Wednesday, March 18, 2015

Segitiga keseimbangan dalam dunia kerja!

Kesimbangan hidup sudah sering dibahas dalam berbagai diskusi. Intinya kebanyakan bicara soal keseimbangan antara kerja dan istirahat atau membagi waktu antara kerja dan keluarga. Mari kita lihat sebuah bagian singkat dalam Injil Markus yang menggambarkan tentang hal ini. "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." (Markus 1:35). Yesus memulai harinya pagi-pagi benar, menyepi dari orang banyak dan menikmati saat-saat teduh untuk bersekutu dengan Bapa. Yesus tahu bahwa Dia memerlukan hal itu agar bisa kuat melakukan semua pelayananNya setiap hari.

Tapi kali ini bukan keseimbangan itu yang ingin dibahas, tapi tentang segitiga di bawah ini: 

Segitiga berpikir, bekerja, dan bicara. Created by Rachmat Willy

Ide segitiga ini9 datang dari diskusi dengan seorang teman. Awalnya kita mendapat sedikit pencerahan tentang energi yang tak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Energi hanya beralih fungsi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Agak nyeleneh memang menerapkannya dalam bentuk segitiga tersebut. Kalau mau diartikan secara gampang maka jadinya begini:
  1. Kalau seseorang itu banyak bicara, otomatis dia akan sedikit bekerja dan sedikit berpikir.
  2. Jika banyak berpikir, ternyata tidak baik juga. Orang itu akan sedikit bekerja dan sedikit bicara.
  3. Jika banyak kerja, mungkin baik juga. Artinya orang itu sedikit berpikir dan sedikit bicara.
Mana yang baik? Tentunya yang baik adalah tetap menjaga keseimbangan dalam tiga hal tersebut. Atau, sewaktu-waktu bisa mengkondisikan sesuai kebutuhan. Dalam dunia kerja, tak bisa hanya diam terus, kadang perlu bicara dan beraksi (kerja).

Dengan keseimbangan tersebut, akhirnya, kita bisa meneladan Paulus yang menyatakan, "Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku." (Kisah Para Rasul 20:34).Seimbang dalam bekerja menuntut untuk seimbang dalam bicara, berpikir, dan bekerja itu sendiri.

No comments: